Thursday, October 8, 2015

dalam sederhana,kita berada.

dalam segala kata putar yang sulit dicerna akal,ada yang memikir saya lah pencundang paling naif dalam perihal hati jiwa. Ada satu hati yang tidak putus mendoakan kebahagiaan yang entah mungkin tidak menjadi nyata, setidaknya dia mencuba.berkali dia menanyakan hal serupa, berkali juga acah tidak apa.

mungkin benar,pada suatu ketika,kita tidak akan sejalan lancar ketika penerimaan terhadap kelemahan menjadi tuntutan untuk kelebihan, atau mungkin kita akan mencintai hal-hal yang lainnya setelah lelah dengan satu perhubungan. itu yang dipanggil keraguan.dan itu membuatkan dia masih menunggu jawapan.

sedang pada akhirnya, untuk memiliki sesuatu itu tanpa sebarang ujian,itu adalah hal yang paling mustahil.dan saya sedar, pada satu penghujung waktu adalah selayaknya dibayar bersama orang orang yang berada disisi selalu.

berbaloi tak?

saya mungkin belum menemukan kebahagiaan yang paling utuh,tapi setidaknya kamu adalah separuh takdir yang hadir untuk saya terus kukuh.