Monday, September 7, 2015

Mendua.

dalam putaran dua puluh empat jam malam dan siang.
duka adalah yang manyapaku setiap hari. menganggukan kepala dan tak mau pergi. bersungguh menemani.
saling berpacu memburu hati, dan bernyanyi mengusik diri. khayal.

beberapa hal yang semestinya kamu tahu,
tiap satu candaan pada nona-nona yang menyapa aku belakang kira.
tiap satu tulisan yang dicetak adalah kebenaran.
kerna demikian orang yang tidak punyai tipu muslihat.

kita baru sahaja melakar tawa terbahak-bahak, dan dalam diam hati telah rabak.
semoga masa depan tidak tergesa bercumbu seperti dulu.

mendua adalah dosa dari hati-hati kesepian.