Tuesday, April 1, 2014

rapuh.

april dengan kabar sunyi.
Tuhan,jika de-bunga yang meluruh sepanjang perjalanan jauh itu dipilih menjadi teman april aku,kami sama-samanya akan menadah derasan air mata untuk permulaan yang penuh kecewa.

jika turut sama de-daun meluruh dan bertebaran perlahan mendekati dan memilih untuk menjadi teman april aku, kami sama-samanya akan terus mengait putus berkali-kali hati yang rapuh sendiri.

tapi Tuhan,
cukup dengan Engkau yang menemani tiap satu-dua-tiga-mati langkah ini pergi.cukup dengan kepercayaan satu-dua-tiga-janji yang aku pasti tidak Engkau ingkari.

dan aku memilih untuk terus bersama barisan janji yang dikata walau lambat di kota dan perlu bersabar.titik.

slowly but surely