Friday, November 12, 2010

buat sang perampas dan hati mangsa yang di rampas


malam berkeping keping
dan bintang bintang biru gementar di kajauhan.
angin malam hari bergulung di angkasa dan menyanyi.
malam ini kutulis syair kesedihan.
aku mencintainya,kadang kadang ia mencintaiku juga.

malam ini kutulis syair kesedihan.
berfikir jika aku tidak memilikinya.
andai aku kehilangan dirinya.
mendengar malam yang lengang. semakin sunyi tanpanya.
sajak sajak berjatuhan ke dalam jiwa bagai embun di padang rumput.

mungkin cinta tak mampu menahannya
malam berkeping keping dan ia tidak bersamaku.
di kejauhan seseorang menyanyi,jauh sekali.
jiwaku pilu kehilangannya.
pandanganku mencarinya seakan hendak mengejarnya.
hatiku mencari dan ia tidak bersamaku.

malam sama putihnya dengan pepohon.
waktu itu.kita,telah sangat berubah.
aku tak lagi mencintainya,tentu.
namun mengapa aku mencintainya.
suaraku mengejar angin yang menyentuh daun telinganya.
mencintai tak semudah melupakan.
mungkin inilah akhir duka sebab ia telah membuatku nestapa.
dan inilah syair yang terakhir ku tulis buatnya.

oh.serious sudah terlalu lewat.dan ketika ini,mata masih tak dapat terpejam rapat.
adapun apa yang ku tulis hanyalah sekadar gambaran kehidupan kini.
tiada kaitan untuk sesiapa.maaf di pinta andai kau terasa.