Wednesday, October 4, 2017

BUNYI.

Tup-tap-tup-tap,
Dia berjalan dengan langkah kaki yang pelbagai.
Meminjam tenaga untuk bersuka,
Meminjam bahu sembunyikan lesu.
Langkah kaki tak pernah jemu.

Lup-dup-lup-dup,
Satu debar, seluruh disambar
Mengarang tubuh merenggut peluh.
Duduk pun terdiam, bersuara hanya pada tangan-tangan.

Tik-tok-tik-tok,
Jam tidak berputar terbalik,
Di sudut yang lain orang-orang masih terdiam membiarkan,
Dari asalnya kita asyik dengan ketergesa-gesaan.

Dari sisi diam dan pelan.
Mengintai-intai, Yang dihadapan mungkin ada bernasib baik.
Dari sisi doa dan hadam.
Berpura-pura, Yang dihadapan bersama perut lapar sedang diri cuma sekadar hiasan.
Manusia itu lupa diri.


gilap atau jilat.

Tuesday, November 10, 2015

tiga.empat.

malam seperti biasa.

ada rintik-rintik hujan yang sengaja membawa namamu,bulan yang diam-diam mencintai bintang. 
dan perlahan-lahan ada rindu yang dibawa dalam angan-angan.terlalu banyak hal yang diharapkan berjalan seperti dimimpikan. tapi dalam sepanjang bulan ini, ada sesuatu yang masih berat yang masih mengombang-ambingkan perasaan,meredam rasa yang kurang baik,namun akan dijadikan batu loncatan.

didalam hati kemudian,kamu masih terpinga bertanya,tapi dijendela berlangitkn malam gelap, perlahan perasaan disingkirkan, dan kemudian mengalihkan sesuatu yang dipanggil egois?

dan malam yang diam-diam berangkat pulang.

dan malam terus dinikmati.